film perang china terbaik

25 Film Mandarin Terbaik Sepanjang Masa

25 Film Mandarin Terbaik Sepanjang Masa

Selain film-film keluaran negara Asia seperti Korea, Thailand, dan Jepang yang memiliki penggemarnya masing-masing. Salah satu negara yang memiliki film-film berkualiatas lainnya adalah dataran tanah mandarin. Di usung oleh artis-artis kenamaan seperti Jet li dan jacky Chan yang sudah berkarir dan  sering bekerja sama dengan sutradara besutan Holywood hingga kemunculan bintang-bintang baru seperti Wallace Huo dan Ziyi Zhang tidak memudarkan kepopuleran film-film mandarin. Tidak hanya mengusung tema kung fu film-film mandarin ternyata memiliki berbagai genre yang beragam.

Berikut ini merupakan daftar film mandarin terbaik sepanjang masa:

1. The Monkey King (2016)

Film bergenre fantasi ini diadaptasi dari novel “Journey To The West” karya Wu Cheng’en. Penggemar serial Kera Sakti yang beberapa tahun lalu pernah ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi Indonesia, pasti tidak asing dengan jalan cerita film ini. Di prekuel film sebelumnya, diceritakan biksu Tang Sanzang sudah bertemu dengan Si Kera Sakti Sun Wukong dan mengangkatnya sebagai murid. Sun Wukong pun menemani Tang Sanzang menunaikan tugasnya mengambil kitab suci ke Kuil Leiyin di India. Selain Sun Wukong, tim Tang Sanzang juga terdiri dari Zhu Ba Jie dan Sha Wu Jing, keduanya juga diangkat menjadi murid sang biksu.

The Monkey King 2 memfokuskan cerita saat rombongan sang biksu bertemu dengan Siluman Tulang Putih (White Bone Demon) yang ingin memakan sang biksu agar ia dapat menjadi abadi dan tidak perlu reinkarnasi. Film ini dibintangi oleh Aaron Kwok yang menggantikan Donnie Yen di The Monkey King. Aaron Kwok sendiri memerankan tokoh antagonis utama di film pertama. Cheang Pou-sui kembali menyutradarai film ini, sedangkan sutradara action dipegang oleh Sammo Hung yang juga menggantikan Donnie Yen di film pertama.

The Monkey King 2 menjadi film terlaris kedua dengan pendapatan sebesar $181,970,000 sejak dirilis. Film ini telah dirilis di Amerika pada 5 Februari, di Hongkong pada 6 Februari, dan di China sendiri pada 8 Februari 2016. The Monkey King 2 merupakan sekuel dari film berjudul sama yang dirilis pada 2014 lalu, yang juga sukses menembus box office. Bedanya, film sekuel ini ditampilkan dengan format 3D.

2. From Vegas to Macau III (2016)

Genre yang dianut film yang disutradarai oleh Wong Jing ini. Deretan artis papan atas mandarin tampaknya menjadi daya tarik tersendiri film ini. Sebutlah Chow Yun-fat, Andy Lau, Nick Cheung dan Li Yuchun, membintangi bintang film ini. Selain aktor dan artis tersebut, film ini juga diramaikan dengan penampilan spesial dari Jacky Cheung dan Carina Lau.

From Vegas to Macau III melanjutkan cerita Dewa Judi Ko Chun di dua film sebelumnya. Diceritakan dalam film ketiga ini, Molly kekasih Chun disandera dalam kondisi mengenaskan oleh pengagumnya Yik Tin Hang, seorang ilmuwan gila. Sang ilmuwan mencoba memeras sang dewa judi. Di saat yang sama, Ko Chun juga sedang mempersiapkan pernikahan anak gadisnya, Rainbow, dengan anak baptisnya, Vincent.

3. Kungfu Panda 3

Film kerjasama Amerika – China yang juga merupakan sekuel ketiga dari judul yang sama ini, telah dirilis secara terbatas di China pada 23 Januari 2016. Selanjutnya, secara berturut-turut film ini dirilis di Rusia dan Korea Selatan pada 28 Januari 2016 dan di Amerika Serikat juga Canada pada 29 Januari 2016 dengan format 3D. Film produksi DreamWorks Animation dan Oriental DreamWorks ini telah mencatatkan pendapatan sebesar $148,150,000 di China. Pendapatan ini terus membesar hingga pada 15 Maret 2016. Pendapatan film ini dari seluruh dunia tercatat sebesar lebih dari 359 juta dolar.

Seperti sekuel keduanya, film ini masih menceritakan kelanjutan kisah panda jago kung fu, Po. Kali ini, Po dihadapkan pada tantangan dari gurunya, Master Shifu, yang memutuskan untuk pensiun sebagai guru kung fu dan meminta Po menggantikannya. Ternyata menjadi guru kung fu tidak semudah yang Po bayangkan dan hasilnya, Dragon Warriors yang lain yaitu Tigress, Crane, Mantis, Viper, dan Monkey harus terluka karenanya.

4. The Mermaid

The Mermaid bercerita tentang seorang taipan playboy yang ingin melakukan proyek reklamasi laut dan membangun kawasan komersial di atasnya. Tanpa dia ketahui, kawasan reklamasi itu adalah tempat tinggal para duyung. Merasa tersakiti, para duyung mengirim duyung cantik yang dapat menjelma sebagai manusia untuk membunuh sang taipan.

Alih-alih misinya berhasil, duyung cantik dan taipan itu malah saling jatuh cinta. Sang duyung pun berusaha mengubah cara pandang sang taipan, bahwa tidak semua hal di dunia ini bisa dibeli dengan uang. Namun cinta mereka mendapat pertentangan dari keluarga duyung yang masih menginginkan kematian sang taipan.

The Mermaid bergenre fiksi ilmiah romantis dengan sentuhan komedi. Film ini dibintangi oleh Deng Chao, Show Luo, Zhang Yuqi dan Lin Yun, para bintang papan atas Film Mandarin Terbaik. Film ini juga disutradarai oleh artis komedi kawakan China, Stephen Chow. Tidak hanya menyutradarai, ia juga merangkap sebagai penulis skenario dan produser.

5. Assassin (2015)

Film ini menceritakan setting pada abad ke-9 di Tiongkok, putrid jendral Nie Yin Niang (10) diculik oleh biarawati. Para biarawati telah melatih seni bela dirinya hingga menjadi seorang pembunuh yang mematikan. Karena ini, ia dituduh ketika seorang gubernur yang kejam meninggal dunia. Suatu saat, Yin Niang gagal dalam tugas. Ia pun dikirim kembali ke tanah kelahirannya.
Ia juga diharuskan membunuh saudara sepupunya, yang menjadi pemimpin militer di bagian Utara. Setelah 13 tahun menghilang, Yin Niang harus menghadapi orang tua dengan kenangan dan perasaan yang tersimpan. Selain itu, ia juga dihadapkan dengan keputusan sulit, yaitu menyelematkan atau membunuh pria yang dicintainya.
Film ini mendapatkan banyak pujian dari kritikus, dan berhasil mendapatkan penghargaan terbanyak di ajang Golden Horse Awards 2015 (11 nominasi, dan 5 penghargaan). Selain ajang di Taiwan, The Assassin juga meraih penghargaan di ajang Internasional, yakni di Canness Film Festival tahun lalu (Best Director).

6. Port of Call (2015)

Film bergenre thriller ini pertama kali tayang di Hong Kong International Film Festival ke 39 pada 6 April 2015, dan dirilis secara umum tanggal 3 Desember 2015. Film didasarkan pada kasus nyata mutilasi mayat seorang gadis berumur 16 tahun di Hong Kong pada tahun 2008.
Pada tahun 2010, detektif Chong (Kwok) dan rekannya Smoky (Patrick Tam) memulai penyelidikan ke dalam peristiwa seputar mayat wanita muda yang terpotong. Tersangka utama mereka adalah Ting Tsz-chung (Michael Ning), yang dikenal kesepian. Port of Call memiliki cerita sederhana yang dibumbui dengan unsur detektif.

7. Saving Mr. Wu

Film kriminal mandarin, Saving Mr. Wu, diangkat dari kisah nyata penculikan selebriti pada tahun 2004 di Tiongkok. Seorang bintang film Hong Kong, Wu, diculik di Beijing oleh Zhang Hua dan beberapa rekannya. Mereka menyamar menjadi polisi, dan meminta uang tebusan sebanyar 3 juta Yuan.
20 jam berikutnya, para detektif yang dipimpin oleh Xing menyapu seluruh kota. Wu sendiri direncanakan akan dibunuh pada jam 9 malam terlepas dari ada atau tidaknya uang tebusan. Mengapa mereka melakukan hal ini, dan bagaimana kelanjutan nasib Wu.

8. IP Man (2008)

Ip Man dibintangi Donnie Yen yang sukses memerankan Ip Man. Donnie Yen dalam film yang tayang 2008 berhasil menampilkan gerakan kungfu yang menakjubkan seperti gerakan tangan memukul dengan bertubi-tubi. Film ini didasari dari dari autobiografi dari seorang grandmaster seni bela diri wing chun. Film ini berfokus pada kehidupan Ip yang terjadi di kota Foshan selama perang Sino-jepang. Kisah dimulai ketika para pasukan jepang memasuki kehidupan masyarakat foshan, Ip dijadikan budak oleh tentara jepang rumahnya ditempati untukmarkas dan dia menjadi kuli tambang batu bara.

tapi kemudian hidupnya berubah ketika dia dibawa pergi ditengah-tengah kekacauan, dia diasingkan ke Hongkong kemudian mendirikan sekolah wing chun, diamana salah satu murid yang datanga dalah Bruce lee.

9. CJ7 (2008)

Film ini menceritakan tentang Chow Ti (Stephen Chow) seorang buruh miskin yang bekerja di lokasi konstruksi. Dia tinggal di sebuah rumah dihancurkan sebagian dengan anaknya, Dicky (Xu Jiao). Chow tidak ingin menyimpan uang agar ia bisa melanjutkan mengirimkan anaknya ke sekolah swasta, untuk memastikan bahwa hidupnya akan lebih baik di masa mendatang. Namun, Dicky sering diganggu oleh anak-anak lain dan gurunya (terutama karena status rendah nya), dan ia biasanya menemukan kenyamanan dengan seorang guru muda, Ms Yuen (Kitty Zhang Yuqi). sebuah makhluk yang dinamai Cj7 kemudian menjadi teman Dicky melengkapi kesepianya.

10. Look for a Star (2009)

Film romantis yang dibintangi Andi Lau dan Shu Qi dalam Look for a Star akan menemani perayaan valentin. Film ini cocok untuk dinikmati bersama pasangan karena menceritakan pembelajaran tentang cinta yang tulus. Di film ini, Andy Lau berperan sebagai Sam, duda keren. Masih muda, pandai dan kaya. Sayangnya, Sam kerap gagal dalam membina hubungan percintaan. Tiga kali dia bercerai, sehingga kepercayaannya terhadap makna cinta yang tulus memudar.

Hingga suatu saat, Sam bertemu dengan penari kabaret di sebuah kasino di Macau. Milan (Shu Qi), penari kabaret itu, tak bertepuk sebelah tangan, Milan pun jatuh cinta. Percintaan beda status pun terjadi. Sam tak mempermasalahkan kondisi itu, hanya saja, orang di sekitar Sam yang menganggap Milan tak cocok. Maka, Milan pun didandani habis-habisan sehingga tampak seperti sosialita papan atas. Tak hanya itu, tanpa sepengetahuan Milan, perjanjian pranikah pun dibuat.

Padahal, Milan mencintai Sam secara tulus tanpa ada niatan sedikit pun mengincar harta Sam. Dia hanyalah wanita biasa yang masih percaya akan adanya cinta sejati. Perbedaan pandangan akan cinta yang tulus itulah, menjadi dasar dari cerita Look for a Star. Andy Lau bermain menarik dalam Look for a Star. Sebagai duda keren, penampilannya sukses mengimbangi akting Shu Qi yang seperti tampil all out. Beda seperti kebanyakan filmnya, Shu Qi tak mengumbar kemolekan tubuhnya.

 11. Zinnia Flowers (2015)

Dari kisah The Pain of Others sampai Winds of September, semua karya Tom Lin diinspirasi dari pengalaman hidupnya. Kali ini, ia menggunakan Zinnia Flowers untuk menangani kesedihan atas kematian istrinya di tahun 2012. Film dibuka dengan kecelakaan mobil. Wei (Chin-Hang) kehilangan istrinya yang sedang mengandung (Alice Ko), sementara tunangan Ming (Karena) meninggal. Dilingkupi rasa bersalah, Wei minum minuman keras, dan bersifat buruk terhadap orang di sekitarnya.

Suatu hari ia pergi ke Okinawa, perjalanan yang direncanakannya dengan sang istri, namun ini tidak mengangkat kekosongan dan kesedihan yang melanda. Ming dan Wei bertemu pada sebuah ritual berkabung 100 hari. Film berakhir setelah ritual berakhir, yaitu pada hari ke-100.

12. The Laundry man (2015)

Sebuah tempat cuci baju menyediakan jasa lain selain laundry. Pemilik toko, A-Gu, mempunyai beberapa pembunuh dengan kontrak yang dapat direkrut. Salah satu anggotanya, berkode nama “No. 1, Chingtian”, memiliki masalah paranormal. Ia dihantui oleh hantu dari korban-korbannya.

A-Gu memperkenalkan dirinya dengan cenayang bernama Lin Hsiang. Disaat berusaha mengusir hantu, ia menemukan rahasia besar yang tersembunyi di balik meja toko cuci baju tersebut. Ternyata yang ditakutkan oleh Chingtian bukan hantu orang lain, tetapi hantu dari masa lalunya.

13. Shaolin Soccer (2001)

film ini bergenre komedi yang disutradarai, ditulis dan dibintangi oleh Stephen Chow. Film ini bercerita tentang mantan biarawan Shaolin yang beruni dengan 5 kakak, beberapa tahun setelah kematian guru mereka. Mereka merencanakan menerapkan skill bela diri untuk memainkan sepakbola. Film ini meraih sukses luar biasa dari segi pendapatan dengan mendapatkan pemasukan sekitar $42 juta. Sekuel film ini juga dirilis pada tahun 2008 yang berjudul Shaolin Girl namun tidak dibintangi oleh Stephen Chow.

Sing (diperankan oleh Stephen Chow) merupakan ahli bela diri Shaolin yang ingin mempromosikan manfaat spritual dan praktis kungfu dalam kehidupan masyarakat. Kemudian dia bertemu Fung (ng Man Tat) seorang mantan bintang legendaris Hong Kong dan memintanya untuk melatihnya dan beberapa kakak seperguruannya bermain sepakbola dalam suatu tim. Mereka sukses menjadi juara turnamen tersebut.

Tim Shaolin kemudian ikut dalam sebuah kompetisi di Hong Kong dan sukses mengalahkan lawan-lawanya. Pada partai final, mereka bertemu dengan Tim Setan yang dimiliki oleh Hung yang dulunya merupakan rival Fung. Tim Shaolin tidak berdaya menghadapai pertandingan dengan tim tersebut sebelum meminta bantuan seorang gadis pembuat bakpao bernama Mui sebagai penjaga gawang.

14. Once Upon a Time in China (1991)

Film ini menceritakan tentang guru master yaitu Wong fei Hui yang juga seorang ahli obat-obatan, dalam film ini wong fei hui diperankan oleh jet li yang digadang-gadang sebagai pemeran terbaik untuk karakter ini, film ini juga yang merupakan termegah dari film-film tentang Wong Fe Hui sebelumnya, bercerita tentang petualangan Wong fe Hui dan jurus andalanya yaitu tendangan tanpa bayangan.

15. The Shanghai Grand (1996)

Kisah ini dimulai dengan Hui Man Keung (Leslie Cheung), seorang mata-mata Taiwan, yang harus pergi ke Shanghai guna melarikan diri dari penangkapan. Sesampainya di kota yang merupakan pusat perdagangan di Cina tersebut, Hui Man Keung pun akhirnya bertemu dengan seorang pemula yang bernama Ting Lik (Andy Lau). Mereka kemudian bersahabat akrab dan bahu-membahu dalam mencapai posisi penting dalam dunia kejahatan Shanghai di era 1930-an.

Walau Hui Man Keung dan Ting Lik telah berhasil mencapai posisi sebagai tokoh-tokoh penting di dunia kriminal, mereka masih merupakan gangster yang menghargai nilai kehormatan dan tidak seperti kepala-kepala gangster yang suka menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Sehingga tidak heran jika mereka sangat disegani dan dihormati oleh segala kalangan di Shanghai.

Sayangnya persahabatan mereka yang telah berlangsung lama, ternyata harus berakhir karena mereka jatuh cinta kepada seorang wanita yang sama. Wanita tersebut adalah Fung Ching Ching (Ning Jing), yang merupakan putri tokoh penting dunia kriminal yang banyak membantu Hui Man Keung dan Ting Lik. Ting Lik sangat mencintai Fung Ching Ching dan hendak menikahinya akhirnya berselisih dengan Hui Man Keung karena ternyata hati Fung Ching Ching telah menjadi milik sahabatnya sendiri.

16. The Killer 91989)

Film ini menceritakan tentang seorang pembunuh bayaran, Ah Jong (Chow Yun-fat), sedang dalam tugas terakhirnya oleh mafia Triad. Tak sengaja membutakan mata seorang penyanyi klub malam bernama Jennie ketika sedang terjadi baku tembak. Ia mengetahui jika Jennie tidak segera operasi, maka Jennie akan buta secara permanen. Karena biaya operasi sangat mahal, maka Ah Jong ingin membayarnya dengan sekali lagi membunuh sesorang demi uang. Sementara itu, polisi detektif bernama Li (Danny Lee), yang telah lama melacak Ah Jong, ingin membawanya ke pengadilan.

17. Farewell My Concubine (1993)

Film ini berkisah tentang sebuah tragedi cinta telah memenangkan jajak pendapat sebagai film Cina paling populer dalam abad ini. Jajak pendapat itu diselenggarakan oleh Henderson ArtReach untuk merayakan seabad sinema Cina.

Lebih dari 25 ribu orang dari publik Hong Kong memilih melalui kotak suara dan internet. Mereka menunjuk satu film favorit mereka dari 103 film Cina dalam daftar yang disusun oleh para ahli industri film dan pembuat film pada Maret lalu. Film arahan sutradara Cina Chen Kaige yang dibintangi aktris Cina Gong Li dan aktor Hong Kong (mendiang) Leslie Cheung itu, telah memenangi Palem Emas, penghargaan tertinggi pada Festival Film Cannes 1993.

18. Infernal Affair (2004)

Infernal Affairs bercerita tentang seorang polisi (Tony Leung, sebagai Yan) yang menyamar menjadi anggota Triad (geng Hong Kong) dan seorang anggota Triad yang menyamar menjadi seorang polisi (Andy Lau, sebagai Ming).
Keduanya mata-mata tersebut masing-masing dikirim oleh kedua organisasi yang saling bermusuhan tersebut untuk mendapatkan keuntungan intelijensi di lain pihak masing-masing.

Seorang polisi bernama Yan (Tony Leung) ditugaskan untuk menyamar dan menginflirtasi organisasi triad pimpinan Sam (Eric Tsang) yang tidak pernah mengenal belas kasihan. Penyusupan Yan ke organisasi Sam bahkan telah berlangsung sejak lama, tepatnya sejak 10 tahun lalu ketika Yan masih duduk di akademi kepolisian.

19. Butterfly Lover (2008)

Film yang diangkat dari legenda Cina kuno bercerita tentang kisah cinta yang berakhir tragis antara Zhu Yan Zhi dan Liang Zhong Shan. Zhu Yan Zhi adalah putri seorang saudagar anggur yang kaya raya. Pada waktu itu seorang wanita dilarang keluyuran di luar rumah apalagi belajar kung fu.

Karena sangat ingin melihat dunia luar dan belajar beladiri, Yan Zhi menyamar menjadi laki-laki dan pergi ke perguruan kung fu Xia Yao dengan diantar orang kepercayaan ayahnya yaitu Ma Chen En. Dalam perjalanan Yan Zhi diganggu oleh para perampok tetapi untungnya bisa diselamatkan oleh seorang pemuda bernama Liang Zhong Shan.

20. Enter The Dragon (1973)

Film ini merupakan tonggak sejarah penting bagi perfilman bela diri asia. Karena untuk pertama kalinya Hollywood yang terpesona dengan kharisma dan keterampilan bela diri Bruce, bersedia mengangkat film Asia ke layar perak Hollywood. Dimana dengan otomatis Bruce Lee, Bapak dari “Mixed Martial Arts” ini menjadi superstar Asia pertama yang dapat disejajarkan dengan aktor-aktor papan atas di Hollywood pada saat itu.

Di Film ini Bruce berperan sebagai Lee, seorang jago kung-fu jebolan Kuil Shaolin yang ditugaskan untuk menangkap seorang penghianat Kuil Shaolin bernama Han yang gemar melakukan pertandingan bela diri pada sebuah pulau terpencil. Lee menyamar sebagai salah seorang kontestan untuk menangkap Han. Film ini juga turut mengangkat nama Bolo Yeung yang saat itu bermain menjadi tokoh antagonis melawan Bruce Lee. Film ini turut diramaikan oleh bintang tenar hollywood pada jaman itu, Jim Kelly dan John Saxon yang berperan sebagai teman seperjuangan Bruce Lee.

© 2022 • WISATARUMAHJIWA.COM