Kayu Hitam, Oleh-oleh dari Palu

Sejarah

Kayu Hitam, Oleh-oleh dari Palu

Kayu-hitam Sulawesi adalah sejenis pohon penghasil kayu mahal dari keluarga ebony.  Pohon ini menghasilkan kayu yang berkualitas baik. Berwarna coklat gelap, kehitaman, atau hitam berbelang-belang kemerahan. Kayu hitam memiliki nama ilmiah Diospyros celebica. Nama celebica diturunkan dari kata “celebes” yang merujuk pada penyebutan Pulau Sulawesi yang berarti kayu hitam merupakan tumbuhan endemik dari Pulau Sulawesi.

Dengan adanya hasil alam tersebut, Palu, ibukota Sulawesi Tengah, dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan tangan berbahan baku kayu hitam. Produk kerajinan kayu hitam tidak hanya diminati oleh warga Kota Palu dan sekitarnya, tetapi juga para wisatawan lokal maupun mancanegara. Para wisatawan kebanyakan membeli suvenir sebagai oleh-oleh atau cinderamata.

Produk Andalan

Hingga saat ini, puluhan pengrajin di Kota Palu memanfaatkan kayu hitam untuk membuat berbagai barang kerajinan. Produk kerajinan kayu hitam di Kota Palu termasuk salah satu yang tergolong mewah karena memerlukan bahan baku yang berkualitas.

Kayu hitam Sulawesi terutama digunakan untuk furniture mahal, ukir-ukiran dan patung, alat musik (misalnya gitar dan piano), tongkat, dan kotak perhiasan.  Selain itu Anda bisa membeli papan nama gantung dan papan nama meja yang disertai dengan nama Anda, tempat lilin, jam, hiasan dinding dengan ukiran kaligrafi, bingkai foto, tongkat, tasbih, miniatur kapal pinisi, motor harley, dan tempat pulpen.

Lokasi dan Akses

Kota Palu mempunyai sebuah bandara nasional, yaitu Bandara Mutiara. Untuk berkeliling kota Anda bisa menggunakan taksi.

Harga

Dengan bahan baku yang semakin menipis, kini harga mebel bisa mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per set. Sedangkan untuk papan nama dihargai sampai Rp 250.000. Dan barang-barang kecil seperti gamtungan kunci dibanderol 20 rb per piece.