Bulan: Mei 2019

Museum Benteng Vredeburg Jogja

JAS BIRU merupakan jargon dari Bung Karno, adakah yang tahu apa itu. JAS BIRU adalah singkatan dari jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kita sebagai generasi penerus bangsa dilarang melupakan sejarah.  Kenapa? Supaya sejarah kita dijajah tidak diulang lagi. Lalu, bagaimanakah caranya agar kita mengetahui sejarah? Berkunjung ke Musium dong.

Benteng Vredeburg

Museum Pertahanan Belanda

Museum Benteng Vredeburg berada di jantung Kota Jogja. Lokasinya berada di antara Malioboro dan O km Jogja. Pas dibelakang monument serangan umum 1 Maret.  Lokasinya berada dekat dengan Keraton Yogyakarta bukan tanpa alasan, lho. Museum yang berisi diorama sejarah Indonesia ini awalnya merupakan benteng pertahanan yang dibangun oleh Belanda. Oleh karena itu disekeliling benteng, dibangun parit. Benteng berbentuk persegi ini juga memiliki menara pantau di keempat sudutnya.

Lahirnya Keraton Yogyakarta

Sejarah Benteng Vredeburg berkaitan erat dengan lahirnya kasultanan Yogyakarta. Perjanjian Giyanti yang menyelesaikan sengketa antara Susuhunan Pakubuwono 3 dan Pangeran Mangkubumi karena di adu domba oleh Belanda. Oleh karenanya Pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono 1, mendirikan kerajaan sendiri. Demi melihat kemajuan yang pesat dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Belanda mulai khawatir., bagaimana jika Raja Keraton Jogja tidak lagi berada di pihak Belanda. Berbalik memusuhi Belanda. Akhirnya Belanda mengusulkan kepada Sultan agar diizinkan mendirikan benteng pertahanan di dekat keraton.

Sebenarnya, sebelum Belanda membangun benteng di lokasi yang sekarang, pada tahun 1760, Sultan Hamengku Buwono 1 telah membangun sebuah benteng sederhana berbentuk bujur sangkar. Dikeempat sudutnya diberi tempat penjagaan yang disebut seleka atau bastion.  Sultan memberi nama keempat sudutnya sebagai berikut: Jayawisesa (sudut barat laut), Jayapurusa (sudut timur laut), Jayaprakosaningprang (sudut barat laut) dan Jayaprayitna (sudut tenggara)

Menurut Nicolas Hartingh, kondisi benteng tersebut sangat sederhana, temboknya dari tanah, sedangkan tiang-tiang penyangga dari kayu pohon kelapa dan aren, sedangkan bangunan didalamnya terdiri dari bambu, kayu dan beratap ilalang. Tanah untuk lokasi benteng ini pada awalnya milik Kasultanan Jogja, tetapi pengunaannya dihibahkan kepada Belanda. Gubernur W.H.Van Ossenberg mengusulkan agar bangunan ini disempurnakan. Penyempurnaan benteng pada tahun 1767 juga mengubah fungsi benteng menjadi Benteng Pertahanan. Namun benteng ini diberi nama sebagai Benteng Rustenburg yang berarti Benteng Peristirahatan. Pada saat ini, meskipun tanahnya milik kasultanana, tetapi pengusaan benteng oleh Belanda.

Peubahan Nama Benteng

Satu abad kemudian, terjadi gempa bumi dasyat di Jogja, sehingga merobohkan banyak bangunan, salah satunya adalah benteng tersebut. Benteng dibangun kembali, namun dengan nama yang berbeda. Benteng Rustenburg diganti menjadi Benteng Vredeburg yang berarti Benteng Perdamaian.  Benteng aja dibikin damai, apalagi hati kita kan ya. So, bagi kalian yang mencari kedamaian, langsung aja berwisat di Wisata Rumah Jiwa Hafara yang beralamat di Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul.

3 Wisata yang Wajib dicoba di Jogja

Wisata di Yogyakarta sudah terkenal, namun banyak tempat yang belum tentu kamu tahu karena tidak banyak orang berkunjung ke sini.  Nga mau dong, sudah jauh-jauh ke Jogja, cuma berkunjung ke tempat itu-itu saja. Karena itu, kamu harus coba wisata seru di lokasi yang jarang dikunjungi oleh orang orang. Di sini kita merekomendasi 3 wisata alam, surganya DIY yang harus kamu coba di jogja :

Belajar snorkeling di Pantai Sadranan

Mau liburan ke Bali tapi nga punya uang, santai aja, ada tempat sekeren Bali di Jogja. Manakah itu? Pantai Sadrananlah tempatnya. Bagaimana tidak, pantai berpasir putih yang bias digunakan untuk melihat sunrise sekaligus sunset ini juga bisa kamu gunakan untuk snorkeling. Wisata bawah laut Pantai sadranan sangat indah. Pantai sadranan berasal dari kata nyadran. Nyadran adakah ritual orang jawa untuk sedekah kepada laut karena selama ini laut sudah menghidupi masyarakat di Gunungkidul.

Pantai Sadranan adalah surga tersembunyi di Jogja. Tempat wisata yang buka 24 jam ini memiliki paket snorkeling yang murah meriah. Dengan uang Rp 50.000,00 saja kamu sudah bias snorkeling tanpa membawa peralatan apapun. Kenapa tanpa peralatan, karena peralatannya sudah dipinjami oleh pengelola wisata. Kamu akan dipinjami alat selam, pelampung dan sepatu khusus selam. Akan ada pendamping yang mendampingimu menyelam dan mengarahkan. Oh iya, bila kamu datang berembongan, ada fasilitas didokumentasikan secara gratis pula dengan kamera anti air. Tapi bagi kamu yang ingin memotret sendiri, dipinjami plastic anti air untuk kamera HPmu.

Ekowisata Sungai Mudal

Tidak perlu ke luar negri untuk melihat air terjun indah, ke ekowisata Taman Sungai Mudal saja. Surga tersembunyi itu lokasinya ada di Kulon Progo, dekat dengan Kalibiru. Kenapa dinamai Ekowisata Sungai Mudal, karena air yang mengalir di sini dari sungai Mudal. Tempat ini cocok sekali bagi kalian yang suka bermain air. Airnya yang jernih membuat betah kalian berlama-lama berendam di sini. Kalau mau mengapung, tinggal sewa ban saja, harganya murah meriah lho, hanya Rp 5.000,00 saja

Pantai Timang

Surga tersembunyi sekaligus pemacu adrenalin yang belum banyak orang tahu adalah Pantai Timang. Kalian bisa mencoba gondala untuk mencoba adrenalin kalian. Untuk satu kali mencoba kalian akan dikenai biaya Rp 150.000,00. Mungkin biaya ini terkesan mahal, tapi tidak aka nada apa-apanya dibandingkan dengan pengalaman yang kamu dapatkan saat menaik-I gondola ini. Selain itu, untuk menggerakkan Gondola dibutuhkan banyak orang, sehingga harga itu termasuk harga normal. Kalian bakal berucap ini benar-benar surge, saaat kalian berada di pantai sebelah Pantai Timang dan menikamti sunsetnya. Bener-bener surga, Bro

Ini tadi adalah 3 surga yang harus kalian kunjungi di Yogyakarta. Bonus info buat kalian, ada lagi nih lokasi wisata yang unik menarik san jadi surga rohani kalian. Wisata Rumah Jiwa yang beralamat di Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul. Penasaran, kepoin ya.

Taman Glugut

Satu lagi wisata tradisonal terbaru di Jogja. Wisata itu bernama Taman Glugut.  Wisata ini sangat unik, lain dari yang lain. Bagaimana tidak, daya tarik dari wisata ini terletak pada “glugut”nya. Glugut sudah jarang ditemui di wilayah kota, di kampung-kampungpun jarang warga yang memiliki pohon berglugut, maka, Taman Glugut berhasil menjadi destinasi wisata langka di kota Yogyakarta.

Taman Glugut

Wisata di Tengah Kebun Bambu

Taman Wisata Glugut berada di Wonokromo, Pleret Bantul. Lokasi wisata di Bantul ini menawarkan sesuatu yang baru bagi wisatawan Jogja. Mereka mengemas Sungai Opak yang berada di tengah kebon pring (kebun bambu) yang banyak glugutnya sebagai lokasi wisata. Menjadi menarik karena wisatawan dapat berkeliling menggunakan perahu di sungai Opak yang berada diantara pohon bambu. Oleh karenanya lokasi ini disebut Amazon van Java.

Keliling Sungai Menggunakan Perahu

Wisatawan dapat mengelilingi Sungai Opak dengan menaiki perahu bermesin. Perahu modern ini bisa muat hingga sepuluh orang. Sekali jalan, pengunjung diajak untuk menyusuri sungai menikmati hijaunya pepohonan yang menyejukkan mata. Kapal ini beroperasi dengan rute kawasan Wonokromo hingga Karangwuni. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan keselamatannya karena sebelum naik kapal sudah dibekali dengan pelampung. Sebenarnya pengunjung hanya diminta membayar Rp5.000,00 saja per orang bila ingin menaiki perahu ini. Namun apabila tidak ada teman lain yang mau naik perahu, pengunjung dapat menyewa perahu ini secara privat dengan harga Rp 25.000,00

Lokasi Foto yang Instagramable

Selain menyusuri sungai menggunakan kapal, pengunjung dapat memancing, dan berenang karena arus sungai yang tidak begitu deras. Selain itu terdapat gazebo dan warung makan. Sambil mengamati anak-anak bermain di playground, orangtua bisa bersantai di gazebo sambil menikmati kudapan yang ada di warung-warung taman. Berwisata di sini sangat menyenangkan dan cocok untuk semua kalangan. Terlebih untuk masuk ke lokasi wisata ini tidak dipungut biaya.  Dan yang terpenting dari semua hal tersebut, di Taman Glugut terdapat spot foto yang instagramable.

Wisata di Taman Glugut terbagi menjadi dua bagian : bagian barat dan bagian timur. Bagian barat berisi kuliner, ayunan, jembatan mini, dan area pemancingan. Sedangkan bagian timur berisi kuliner dan lokasi outbond. Lokasi outbond ini bisa untuk menampung lebih dari 200 orang. Apabila anda dari jalan sebelah barat dan ingin menuju sebelah timur, ataupun berkunjung dari timur ingin menuju sebelah barat, jangan khawatir, pengelola memiliki solusi. Ada sebuah gethek untuk pemyebrangan. Untuk menyebrang menggunakan gethek inipun biayanya seikhlasnya.sehingga tidak membuat kantong bolong.

Segera ajak keluarga anda untuk menikmati wisata keluarga di Taman Glugut dengan biaya murah meriah. Dari sana anda juga bisa berkunjung ke lokasi yang tidak kalah menarik, yaitu Wisata Ramah Jiwa Hafara yang berlokasi di Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul.

Taman Pelangi

Taman Pelangi

Daerah Istimewa Yogyakarta selain terkenal sebagai kota pelajar juga terkenal karena keragaman destinasi wisatanya. Akhir-akhir ini bermunculan objek wisata baru di wilayah DIY, khususnya di Kabupaten Bantul. Wisata ini menitikberatkan pada wisata berbasis kearifan lokal. Salah satu dari sekian banyak wisata yang baru itu adalah Taman Pelangi.

Taman Pelangi di Bantaran Sungai Opak

Taman Pelangi di Bantaran Sungai Opak

Taman Pelangi adalah objek wisata yang sangat menarik dan murah meriah di Bantaran Sungai Opak. Lokasi ini menarik karena dicat warna-warni seperti pelangi dan murah karena tidak dipungut uang masuk oleh pengelola wisata. Kita diperbolehkan memberi uang masuk berapapun seikhlas kita. Jadi bagi anda yang tidak memiliki uang, lokasi wisata ramah anak ini bisa dijadikan referensi.

Objek Wisata ini beralamat di Kampung Bembem, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul. Lokasi ini memang agak masuk ke dalam, akan tetapi teman-teman tidak usah kebingungan karena sudah ada petunjuk arah yang menunjukkan ke mana kita harus berbelok dan memarkirkan kendaraaan. Tentu hal ini sangat membantu bukan. Sesampainya disana kita akan disambut oleh keramahan warga Dusun Bembem, juga dengan kekhasan kulinernya.

Naik Perahu di Taman Pelangi

Destinasi wisata yang tak pernah sepi dari pengunjung ini awalnya hanyalah tempat pemancingan. Warga tidak berniat untuk menjadikan lokasi ini sebagai lokasi wisata, namun karena adanya badai yang menghanyutkan rumpun bambu dan membawa pasir naik membuat segalanya berubah. Karena tidak ada rumpun bambu untuk berteduh, warga berinisiatif untuk membuat gubuk kecil bagi para pemancing agar dapat berteduh. Selain itu tercetus ide pula untuk membuat ayunan agar bisa digunakan bermain bagi anak-anak. Lama kelamaan banyak anak yang bermain di sana setiap sore hari. Karena ayunan disana dicat warna-warni maka anak-anak menyebutnya Taman Pelangi. Kini taman pelangi tidak hanya taman bermain ayunan yang dicat warna-warni, tetapi juga lengkap dengan wahana lain, seperti spot foto yang instagramable, gazebo, kolam renang dan kapal yang dilengkapi dengan mesin.

Pengunjung bisa menyusuri Sungai Opak menggunakan kapal bermesin. Kita tidak harus menyewa kapal secara keseluruhan. Cukup membayar Rp 5.000,00/anak saja sudah bisa menaiki kapal dan diajak keliling sungai sampai melewati jembatan Sindet sejauh 1.5 Km pulang-pergi. Jangan khawatir, kita akan diberikan pelampung, sehingga aman, meskipun anda tidak bisa berenang.

Konsep Taman Pelangi

Konsep wisata ini ramah anak. Fasilitas bermain anak menjadi fokus utama di sini. Berbagai fasilitas juga disiapkan untuk menunjang kenyamanan pengunjung, seperti toilet, tempat ibadah, tempat parkir, kolam renang anak, dan tempat duduk-duduk. Sambil mengawasi putra-putri anda bermain, anda bisa duduk-duduk sambil menikmati jajanan yang dijual oleh warga sekitar.

Bagi anda yang datang tidak hanya dengan keluarga kecil, namun dengan berkelompok, anda dapat memesan pendopo untuk acara anda. Harga Pendopo relative murah, karena hanya dengan membayar Rp 100.000,00 anda sudah bisa menggunakan pendopo selama 3 jam. Apabila anda menginginkan menambah jam, cukup merogoh kocek Rp 25.000,00/jam saja sudah cukup membuat acara anda lancar. Akan tetapi bagi anda yang hanya ingin berlibur saja, anda bisa menggunakan fasilitas gazebo untuk istirahat. Fasilitas ini tidak dipungut biaya.

Berbeda dengan tempat wisata lain, lokasi wisata ini buka dari jam 06.00-22.00. Waw, waktu yang panjang bukan? Jadi, tunggu apalagi, ayok ajak keluarga anda untuk berwisata ke Taman Pelangi. Setelah itu, jangan lupa, berwisata sosial ke Wisata Rumah Jiwa Hafara. Lokasinya hanya 1 Km lho dari Taman Pelangi. Di Wisata Rumah Jiwa, kamu juga tidak akan dipungut biaya.

Dewa Batu Riverside Tubing

Dewa Batu Riverside Tubing

Bagi wisatawan di Jogja tentu tidak asing dengan istilah Cave Tubing, baik di Goa Pindul maupun Kalisuci. Semuanya ada di Kabupaten Gunung Kidul. Namun, tidak banyak yang tahu tentang Dewa Batu Riverside Tubing di Kabupaten Bantul.  Kegiatannya hampir sama, yaitu menyusuri aliran air dengan menggunakan ban. Namun, lokasi wisata yang baru diresmikan akhir maret ini mengajak wisatawan untuk menyusuri tepian sungai kecil di Blawang.

Desa Wisata Blawong Satu

Desa Wisata Blawong Satu yang biasa disebut Dewa Batu Riverside Tubing berada di Dusun Blawong 1 Trimulyo, Jetis, Bantul ini awalnya bukan tempat wisata, melainkan sungai tempat pembuangan sampah. Padahal sungai ini merupakan saluran irigrasi primer sungai Opak. Atas keprihatinan ini akhirnya warga berupaya menyulap tempat sampah ini menjadi tempat wisata. Perubahan fungsi sungai sebagai tempat membuang sampah menjadi tempat wisata yang cantik dan menarik, membuat warga segan membuang sampah di sungai. Warga tidak sendiri, pemerintah hadir dengan program pembuatan talud di sisi kanan dan kiri sungai. Setelah itu warga berinisiatif untuk mengecat talud tersebut agar indah. Uang awal yg digunakan adalah uang patungan dari Bapak Dukuh Blawong Satu dengan teman-teman Bapak Dukuh yang juga merupakan warga Blawong Satu.

Susur Sungai

Setelah Sungai terlihat indah dan digunakan untuk susur sungai, lama kelamaan warga di sekitar wilayah Blawong Satu menjadi tertarik. Foto-foto keindahannya tersebar dalam group-group WA maupun FB. Akhirnya ditawarkanlah kepada warga untuk melakukan penjualan saham yang pembelinya hanya warga Blawong Satu. Satu saham dihargai Rp 150.000,00. Selama masa penjualan saham, terkumpulah 50 orang pembeli saham. Setelah terkumpul uang, warga kemudian pengelola melakukan studi banding ke Gua Pindul dan melengkapi alat pelampung dan ban. Jadilah tempat wisata yang sekarang ini. Sebuah lokasi wisata baru atas kesadaran warga, mengubah saluran irigasi menjadi pendapatan. Setelah semuanya siap, maka di launcinglah Dewa Batu Riverside Tubing ini pada bulan Maret lalu.

Irigasi di Sungai Opak sepanjang 300 meter ini kini sudah cantik dan siap menerima pengunjung dari pagi hingga sore hari. Setiap pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10.000,00 saja untuk mendapatkan segelas minuman hangat, pelampung, ban dan pemandu wisata di Dewa Batu Riverside Tubing. Sedangkan untuk menikmati seporsi soto, bisa memesan ke panitia seharga Rp 7.000,00 saja. Pengelola wisata  Dewa Batu Riverside Tubing.juga menyediakan fasilitas fotografer dengan harga berbeda apabila pengunjung ingindibantu dalam hal pendokumentassikan kegiatan.

Dewa Batu Riverside Tubing

Berkunjung ke Dewa Batu Riverside Tubing. selain liburan dengan harga murah meriah juga berarti membantu warga untuk menjaga lingkungannya. Bagaimana tidak, selama lokasi ini ramai pengunjung, tidak mungkin sungainya akan kotor. Pengelola berusaha sungainya tetap bersih agar penghasilan tetap mengalir dari tempat wisata ini. Bagi wisatawan yang peduli terhadap lingkungan dan kehidupan social, berkunjunglah ke Wisata Rumah Jiwa Panti Hafara. Wisatawan akan belajar banyak hal terkait kehidupan social dan lingkungan yang lebih baik.

© 2022 • WISATARUMAHJIWA.COM